:::

Risiko Perbatasan Wilayah Dikendalikan dengan Ketat, Melindungi Kesehatan Warga Negara

Label
Tempat臺灣
Dibaca : 21
Tanggal : 2020/6/15
Diperbarui : 2020/6/15 上午 11:24:00

Pusat Komando Epidemi Pusat pada hari ini (tanggal 5) menyatakan, menanggapi epidemi COVID-19 (pneumonia Wuhan), negara Taiwan menerapkan pengendalikan perbatasan wilayah dan langkah karantina sewaktu masuk ke wilayah Taiwan lebih dini, di perbatasan wilayah berhasil menahan dan memeriksa kasus penyakit yang masuk dari wilayah luar lebih dari 138 orang, mengurangi kasus memasuki komunitas menyebabkan penyebaran epidemi, juga meraih waktu untuk persiapan serta tanggapan sistem medis komunitas di dalam negeri dan bahan pencegahan epidemi.

Pusat komando menunjukkan, negara Taiwan mulai tanggal 31 Desember tahun lalu (2019) memantau situasi abnormal epidemi pneumonia yang tidak jelas di China, segera melalui berbagai cara seperti mengaktifkan karantina sewaktu boarding dan penyiaran di pesawat serta peringatan di pelabuhan, mengingatkan turis untuk memperhatikan perubahan epidemi, hingga tanggal 22 Januari tahun ini (2020), total melaksanakan karantina terhadap 38 penerbangan 4.625 orang, dan sewaktu melaksanakan karantina boarding pada tanggal 20 Januari, secara aktif memantau dan menemukan serta mengevakuasi kasus terdiagnosa pertama negara Taiwan.

Pusat komando menyatakan, menanggapi perubahan epidemi internasional, mulai tanggal 11 Februari, mulai dari area China, Hong Kong, Makau diperluas hingga semua turis yang memasuki wilayah Taiwan untuk melaporkan status kesehatan dengan jujur, terhadap turis berisiko tinggi yang setelah memasuki wilayah Taiwan melalui penyaringan demam dan penilaian kesehatan karantina, menerapkan kasus yang diduga dievakuasi untuk berobat ke dokter, turis dengan gejala ringan di bandara diperiksa dan dikirim ke tempat karantina terpusat hingga hasil pemeriksaannya negatif, turis tanpa gejala segera naik kendaraan pencegahan epidemi untuk pulang ke rumah, atau menginap ke hotel pencegahan epidemi untuk karantina di rumah serta serangkaian langkah pencegahan epidemi komunitas karantina di perbatasan wilayah.

Pusat komando menunjukkan, demi melindungi kesehatan turis, staf garis depan pelabuhan dan kru pesawat, meningkatkan perlengkapan perlindungan staf kerja serta menetapkan pedoman perlindungan penumpang, untuk melindungi keselamatan pencegahan epidemi. Selain itu membantu warga Taiwan yang tertinggal di area epidemi untuk kembali ke Taiwan dengan penyewaan pesawat khusus melaksanakan karantina berlabuh total 8 pesawat dan operasi masuk ke wilayah Taiwan terhadap kelompok dengan program khusus kembali ke Taiwan, untuk memperkuat manajemen orang berisiko terinfeksi, efektif menahan epidemi masuk ke komunitas. Hingga tanggal 1 Juni, surat pemberitahuan karantina di rumah yang dibuka perbatasan wilayah Taiwan lebih dari 150.000 lembar, turis yang memasuki wilayah Taiwan dengan gejala diperiksa langsung di tempat lebih dari 6.000 orang, di antara 351 kasus terdiagnosa yang masuk dari luar wilayah Taiwan ada 138 orang, hampir 40% ditahan dan diperiksa serta terdiagnosa dari perbatasan wilayah.

Pusat komando menyatakan, berbagai kebijakan dan langkah karantina di perbatasan wilayah berhasil meraih waktu untuk persiapan komunitas dan mempertahankan tenaga medis, harus memberikan pujian atas kerja sama horizontal berbagai departemen, kerja sama pertahanan bersama publik-swasta, dan kerja sama warga negara. Mempertimbangkan saat ini sebagian langkah pencegahan epidemi nasional diperlonggar mungkin menyebabkan epidemi sekali lagi menyebar, demi mengurangi risiko masuk dari wilayah luar, negara Taiwan pada tahap ini masih menerapkan kebijakan risiko perbatasan wilayah dikendalikan dengan ketat, Eksekutif Yuan akan mengadakan rapat koordinasi antar departemen pada hari lain, menilai dengan bijaksana risiko epidemi internasional, sifat bisnis yang penting, pertukaran internasional, keaktifan ekonomi, manajemen masuk ke wilayah Taiwan dan tenaga karantina serta segi berkaitan lainnya, lalu memutuskan masa dibuka dan tingkat dibuka, untuk menjamin keselamatan seluruh komunitas dan tenaga medis di dalam negeri, melindungi lingkungan warga negara untuk tinggal dengan sehat dan tenang.

Apakah informasi ini bermanfaat? Ya    Tidak