:::

Orang yang Kembali ke Taiwan dari Asia Tenggara, di Dalam Rumah ada Orang Tua, Anak Kecil dan Pasien Penyakit Kronis Semuanya Tinggal di Hotel Pencegahan Epidemi

Label
Tempat臺灣
Sumber data衛生福利部
Dibaca : 13
Tanggal : 2020/4/27
Diperbarui : 2020/4/27 上午 10:53:00

Pusat Komando Epidemi Pusat pada hari ini (tanggal 18) menyatakan, karena epidemi COVID-19 (pneumonia Wuhan) area Asia Tenggara meningkat, mulai tanggal 21 April jam 00:00 waktu Taiwan, masyarakat yang masuk ke wilayah Taiwan dalam 14 hari terakhir (mulai tanggal 7 April jam 00:00 waktu Taiwan) bila ada sejarah perjalanan area Asia Tenggara, sebelum naik pesawat selain harus menulis “Pernyataan Kesehatan Masuk ke Wilayah Taiwan dan Surat Pemberitahuan Karantina di Rumah”, juga harus memastikan tempat tinggal apakah memenuhi syarat karantina di rumah, untuk memastikan keamanan pencegahan epidemi dalam negeri.

Pusat komando selanjutnya menyatakan, masyarakat di atas bila orang yang tinggal bersama terdapat orang tua di atas (termasuk) 65 tahun, anak kecil di bawah (termasuk) 6 tahun, pasien penyakit kronis (misalnya penyakit kardiovaskular, diabetes atau penyakit bagian paru-paru), atau tidak ada kamar khusus pribadi (termasuk peralatan kamar mandi), setelah masuk ke wilayah Taiwan harus tinggal di hotel pencegahan epidemi; setelah diperiksa bahwa data yang dilaporkan tidak benar, maksimal bisa dikenakan hukuman denda NT$ 150 ribu.

Pusat komando menunjukkan, akhir-akhir ini epidemi di negara Asia Tenggara / Asia Selatan yang dekat dengan negara Taiwan bertambah panas, epidemi Singapura, India, Indonesia terus menunjukkan tren meningkat, jumlah kasus terdiagnosa baru beberapa hari ini juga mencapai ketinggian baru. Di antaranya kasus Singapura terutama karena kasus klaster asrama pekerja asing, telah terakumulasi sekitar 2.700 kasus, menempati 70% dari kasus lokal; selain itu epidemi di Filipina, Malaysia, Thailand tetap sama atau melambat.

Pusat komando sekali lagi menyerukan, masyarakat selama karantina di rumah harus menerapkan sering mencuci tangan dengan sabun, hindari menyentuh mata, hidung, mulut, serta melakukan kesopanan sewaktu batuk; bila demam atau batuk dan gejala tidak nyaman lainnya, tidak boleh keluar berobat sendiri, harus secara aktif menghubungi Dinas Kesehatan kabupaten dan kota tempat tinggal atau pusat perhatian lokal, dan mengikuti petunjuk untuk berobat, jangan naik alat transportasi umum, bagi yang melanggar peraturan karantina di rumah, maksimal bisa dikenakan hukuman denda NT$ 1 juta.

Apakah informasi ini bermanfaat? Ya    Tidak