:::

Bagi yang Isolasi, Karantina di Rumah Harus Mematuhi Hukum, Bagi yang Melanggar Akan Ditambah Hukuman

Label
Tempat臺灣
Dibaca : 3
Tanggal : 2020/4/21
Diperbarui : 2020/4/21 下午 02:35:00

Mengingat epidemi internasional yang parah, ancaman terhadap keselamatan pencegahan epidemi dalam negeri semakin hari semakin bertambah, pusat komando telah menetapkan mekanisme pelacakan dan manajemen bagi orang yang ada risiko infeksi, bila merupakan kontak kasus yang dikonfirmasi, harus melakukan isolasi di rumah, selain itu mulai tanggal 19 Maret, memperluas hingga semua masyarakat yang masuk ke wilayah Taiwan harus bekerja sama untuk karantina di rumah 14 hari.
Pusat komando selanjutnya menunjukkan, karena risiko infeksi bagi yang isolasi di rumah dan karantina di rumah relatif lebih tinggi, bila tidak menerapkan peraturan isolasi atau karantina yang berkaitan akan meningkatkan risiko penyebaran komunitas, dan sewaktu orang karantina di rumah masuk ke wilayah Taiwan, bila belum memberikan data kontak atau tempat tinggal yang detail juga menghalangi perawatan dan pelacakan selanjutnya, akan sangat memengaruhi pendorongan pencegahan epidemi. Oleh karena itu, Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan pada tanggal 20 Maret mengumumkan tolok ukur hukuman bagi pelanggaran peraturan isolasi, karantina, menetapkan dengan jelas bagi yang isolasi atau karantina bila melanggar peraturan yang berkaitan, akan ditambah hukuman berdasarkan waktu meninggalkan tempat tanpa izin; selain waktu meninggalkan tempat tanpa izin, juga harus mempertimbangkan pelanggaran lainnya, misalnya jumlah kontak banyak, cakupan aktivitas besar, kontak dengan masyarakat dengan daya imunitas lebih lemah, keluar masuk tempat publik, naik alat transportasi umum, kontak dengan masyarakat di tempat usaha, akan dikenakan hukuman lebih berat.

Selain dikenakan hukuman denda, bagi yang isolasi di rumah pertama kali meninggalkan tempat tanpa izin harus disertai pelaksanaan penempatan secara paksa, bagi yang karantina di rumah yang sekali lagi meninggalkan tempat tanpa izin, harus ditambah hukuman, disertai pelaksanaan penempatan secara paksa. Namun karena akhir-akhir ini telah ada banyak orang yang karantina di rumah dikonfirmasi terinfeksi, menunjukkan adanya risiko infeksi yang cukup besar, pusat komando segera merevisi tolok ukur hukuman, bagi yang karantina di rumah sewaktu pertama kali meninggalkan tempat tanpa izin akan dilaksanakan penempatan secara paksa, dan tidak boleh menerima kompensasi pencegahan epidemi, juga akan dikenakan biaya yang diperlukan, untuk menerapkan pelaksanaan kekuasaan publik.

Pusat komando menekankan kembali, berdasarkan peraturan “Hukum Pencegahan Penyakit Menular,” dan “Peraturan Khusus Pencegahan dan Revitalisasi Pneumonia Menular Khusus yang Parah”, bagi yang isolasi di rumah keluar rumah tanpa izin atau pelanggaran lainnya, bisa dikenakan hukuman denda sebesar NT$ 200 ribu hingga NT$ 1 juta, bagi yang karantina di rumah sewaktu masuk ke wilayah Taiwan tidak menulis data dengan benar, bisa dikenakan hukuman denda sebesar NT$ 10 ribu hingga NT$ 150 ribu, bila keluar rumah tanpa izin, tidak bekerja sama dengan peraturan yang tercantum dalam surat pemberitahuan karantina yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang dari bandara untuk kembali ke rumah atau melanggar peraturan berkaitan lainnya, bisa dikenakan hukuman denda NT$ 100 ribu hingga NT$ 1 juta. Hingga saat ini, pemerintah daerah telah mengenakan hukuman denda kepada 318 orang, nilai denda mencapai NT$ 27,148 juta, bagi masyarakat yang isolasi atau karantina di rumah harus bekerja sama dengan peraturan yang berkaitan, bila tertular penyakit, melanggar tindakan yang berkaitan akan membahayakan keselamatan kesehatan lebih banyak orang, jangan mencoba menentang hukum, membahayakan orang lain dan membahayakan diri sendiri, pada bersamaan juga meminta pemerintah daerah terus menerus menerapkan pelaksanaan kekuasaan publik, bersama-sama melindungi kesehatan warga negara.

Apakah informasi ini bermanfaat? Ya    Tidak