:::

Kasus wabah flu babi Afrika pertama di Indonesia telah terkonfirmasi, setiap penumpang dari Indonesia yang melanggar peraturan dan tertangkap membawa masuk produk daging babi akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar NT$200.000

Label
TempatTaiwan
Dibaca : 26
Tanggal : 2020/1/13
Diperbarui : 2020/2/4 下午 03:51:00

Pusat Penanggulangan Bencana Nasional kasus flu babi hari ini (13) mengatakan, menurut laporan jurnal mingguan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB, Kementerian Pertanian Indonesia kemarin (12) mengumumkan bahwa terdapat wabah flu babi Afrika yang merebak di dalam negeri, Indonesia merupakan negara ke-11 tempat mewabahnya flu babi Afrika di wilayah Asia setelah Tiongkok (termasuk Hongkong dan Makau), Mongolia, Vietnam, Kamboja, Korea Utara, Laos, Myanmar, Filipina, Korea Selatan, dan Timor Leste. Berdasarkan ketentuan peraturan penanggulangan penyakit hewan menular pasal 45 ayat 1 serta kriteria pemberian sanksi yang diumumkan pada tanggal 18 Desember 2018 oleh Biro Karantina dan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tanaman, terhitung sejak hari ini pukul 2 sore, para penumpang dari Indonesia yang datang ke Taiwan dan melakukan pelanggaran dengan membawa masuk produk daging babi akan disita, pelanggaran pertama akan dikenakan sanksi denda sebesar NT$200.000, pelanggaran berikutnya akan dikenakan denda sebesar NT$1.000.000; orang asing yang dikenakan denda sebesar NT$200.000 dan tidak mampu melunasi denda akan segera dialihkan ke Badan Imigrasi Nasional serta ditolak masuk ke Taiwan. Berdasarkan laporan FAO, Menteri Pertanian memberikan konfirmasi wabah flu babi terjadi di provinsi Sumatra Utara, tetapi belum ada penjelasan jumlah lokasi yang terkena wabah, jumlah babi yang terjangkit virus, dan langkah-langkah pengendaliannya. Meski saat ini masih belum ada laporan mengenai wabah yang terjadi di Indonesia pada situs Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) dan situs Kementerian Pertanian Indonesia, namun pencegahan terhadap wabah telah melampaui pedoman kementerian, maka diputuskan bahwa Indonesia akan dimasukkan ke dalam daftar negara-negara dengan wabah flu babi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini, produk daging babi yang dibawa masuk secara ilegal dari Indonesia akan disita dan dikenakan saksi yang berat. Mengenai hal pemeriksaan bagasi penumpang, sejak tanggal 6 September 2019 Indonesia digolongkan sebagai negara dengan resiko besar, pemeriksaan terhadap bagasi dan tas kabin para penumpang yang masuk ke Taiwan akan dilakukan 100% dengan pemindaian sinar X, masyarakat diharapkan tidak panik. Pusat penanggulangan menyerukan sekali lagi kepada masyarakat, wabah flu babi Afrika di wilayah Asia masih belum mereda dan masih terus menyebar, industri dalam negeri seharusnya menyesuaikan diri dengan kebijakan negara sesegera mungkin dengan meningkatkan langkah-langkah perlindungan keamanan ternak di lokasi peternakan babi, menangkal dengan ketat serangan virus, jangan sampai semua kerja keras pencegahan wabah menjadi sia-sia; para penumpang yang bepergian antara Taiwan dan Indonesia jangan melanggar peraturan dengan membawa masuk produk daging babi dari Indonesia ke Taiwan, para pelanggar akan dikenakan saksi denda yang berat, jangan pernah coba-coba melakukannya.

印尼豬瘟

Apakah informasi ini bermanfaat? Ya    Tidak