:::

【Topik Anti Penipuan】 Perhatian!! Bersikap tenang, agar tidak tertipu, saya dan Anda bersama-sama mencegah penipuan

Label
TempatTaiwan
【Topik Anti Penipuan】 Perhatian!! Bersikap tenang, agar tidak tertipu, saya dan Anda bersama-sama mencegah penipuan
【Topik Anti Penipuan】 Perhatian!! Bersikap tenang, agar tidak tertipu, saya dan Anda bersama-sama mencegah penipuan
Dibaca : 11
Tanggal : 2019/11/22
Diperbarui : 2019/12/2 下午 04:18:00

Terdapat begitu banyak macam penipuan, cara-cara penipuan juga beragam, memanfaatkan kelemahan seseorang; penduduk baru, pekerja migran serta masyarakat umum seringkali tertipu hanya dengan sebuah telepon, bergegas ke ATM dan mentransfer sejumlah uang yang merupakan hasil jerih payah mereka. Selain itu, beberapa tahun terakhir ini, banyak penduduk baru dan pekerja migran Asia Tenggara yang tergabung dalam sindikat penipuan ini, memanfaatkan “teman-teman sekampung di Taiwan” dan membuat mereka menjadi target penipuan, komunikasi dalam bahasa ibu akan menurunkan tingkat kewaspadaan mereka terhadap penipuan, meningkatkan kemungkinan terjadinya penipuan bagi para penduduk baru dan pekerja migran.

* Mari kita lihat contoh-contoh ini untuk mencegah terjadinya penipuan:

1. Tiongkok meningkatkan pengawasan anti penipuan, pihak kepolisian khawatir Asia Tenggara menjadi “laut biru (pangsa pasar baru – red) penipuan” baru

Untuk mengatasi kendala bahasa, sindikat penipuan merekrut orang-orang Asia Tenggara yang tinggal di Taiwan untuk berperan sebagai penelepon. Bulan Oktober tahun lalu, biro investigasi menggeledah ruang operator di Taichung dan Miaoli yang digunakan untuk menipu orang Thailand, menangkap tersangka sebanyak 18 orang Thailand dan 7 orang Taiwan; bulan April tahun ini, pihak kepolisian menggeledah ruang operator di distrik Ziguan di Kaoshiung, korbannya adalah warga negara Malaysia, kemudian sebanyak 7 tersangka warga negara Malaysia ditahan di Bandar Udara Taoyuan melalui surat perintah penangkapan dan penahanan.

Polisi menganalisa, biro keamanan masyarakat yang berada di berbagai provinsi di Tiongkok mendirikan ‘pusat perlawanan terhadap penipuan telekomunikasi’, bila dibandingkan dengan platform anti penipuan 165 di Taiwan, mereka membekukan rekening fiktif melalui sistem pemberian kode rekening; beberapa kota dan provinsi menuliskan kata-kata “keluarga terlibat penipuan” pada pintu rumah-rumah pelaku kejahatan, tidak saja membatalkan subsidi kesejahteraan, bahkan ada rumah-rumah yang dirobohkan, kecepatan pemerintah dalam bertindak, membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar tidak tertipu.

Sebaliknya, terhadap negara-negara Asia Tenggara, tenaga yang dikerahkan oleh pemerintah jauh lebih ringan, masyarakat yang tidak begitu mengerti tentang penipuan telekomunikasi akan mudah terpancing. Pihak kepolisian mengemukakan, biaya yang dikeluarkan untuk para pekerja migran ilegal itu rendah, bila bergabung dengan sindikat penipuan, makan dan tempat tinggal akan ditanggung, selain itu masih mendapatkan gaji, bila sudah memperoleh uang cukup, maka mereka akan meninggalkan Taiwan untuk pulang ke negara asal mereka, sindikat penipuan tidak akan kekurangan ataupun tidak bisa menemukan anggota, selain itu jumlah imigran baru semakin meningkat, tidak sedikit dari mereka yang lahir dari keluarga miskin, menjadikan mereka sebagai target potensial sindikat. (UDN News)

2. Sindikat penipuan sangat keterlaluan Mereka juga menipu imigran baru Vietnam

Seorang gadis Vietnam bermarga Ruan Shi (38 tahun) menerima telepon dari sindikat penipuan yang menyamar sebagai jaksa penuntut pada tanggal 22 bulan ini, penelepon menyebutkan bahwa tabungannya telah disalahgunakan, serta dia mengetahui dan menyebutkan bahwa gadis Vietnam tersebut memiliki tabungan sejumlah NT$ 610.000 di Asosiasi Petani cabang Heping, memintanya untuk menyerahkan tabungannya kepada jaksa penuntut agar bisa diawasi.

Ruan tidak curiga sama sekali, membuat janji bertemu dengan pelaku kejahatan yang menyamar sebagai jaksa penuntut itu di Asosiasi Petani cabang Dongshi untuk mengambil uang dan menyerahkan kepada petugas berwenang untuk diawasi, alhasil, dikarenakan buku tabungan yang diterbitkan oleh Asosiasi Petani cabang Heping tidak bisa digunakan di cabang Dongshi untuk tarikan tunai, maka Ruan menyerahkan buku tabungan, kartu ATM, stempel, dan nomor PIN kepada pelaku kejahatan, serta menerima secarik surat palsu mengenai pengawasan keuangannya, dan selanjutnya dia pun pulang ke rumah. Akan tetapi, Ruan salah mengingat nomor PINnya, pelaku kejahatan tidak berhasil mengambil uangnya, sepanjang jalan terus menerus menelepon dan menanyakan kepada Ruan, saat itu Ruan merasa ada sesuatu yang janggal, waktu melewati kantor polisi Chulin di wilayah Heping, dia pun menghentikan kendaraannya di depan kantor polisi dan berbicara di telepon dengan pelaku kejahatan tersebut.

Polisi yang sedang piket di kantor polisi Chulin Li Peng-wen melihat Ruan sudah menghentikan kendaraan di depan kantor polisi dalam waktu yang cukup lama, dia mulai merasa ada sesuatu yang tidak biasa, dia pun keluar untuk menjumpai Ruan, dia mendengar Ruan selalu menyebutkan tentang nomor PIN buku tabungan dan sebagainya, mendapati bahwa Ruan telah tertipu, dia kemudian menemani Ruan secepatnya menuju ke Asosiasi Petani cabang Heping untuk menghentikan transaksi, untung saja uang sebesar NT$ 610.000 masih belum sempat ditarik oleh pelaku kejahatan, uang tabungannya pun terselamatkan. (Liberty Times)

3. Khusus menipu sesama teman senegara! Sepasang suami istri Indonesia berpura-pura baik, menipu uang jasa layanan sebesar 600.000

Seorang wanita Indonesia bermarga Liu datang dan menikah ke Taiwan 20 tahun yang lalu, memiliki 3 orang putra dan putri dengan suaminya yang berkewarganegaraan Taiwan, pasangan suami istri tersebut memiliki sebuah depot makanan di Dusun Yuli, Liu merasa bahwa kondisi di Taiwan sangat baik, ingin membantu 2 orang temannya untuk datang dan bekerja di Taiwan, tetapi tidak menemukan jalan yang tepat.

Beberapa waktu lalu sepasang suami istri Indonesia bernama Yanto dan Mary yang berasal dari Taoyuan datang berwisata ke Dusun Yuli, pergi berbelanja di toko Liu, memberitahu Liu dengan bahasa Indonesia bahwa mereka bisa membantu mencarikan agen agar teman dari Indonesia bisa datang dan bekerja di Taiwan, Liu melihat kedua orang yang berasal dari negaranya itu sangatlah ramah, tidak curiga bila ditipu, memberikan sejumlah uang kepada Mary untuk membantu menguruskan kedatangan temannya ke Taiwan.

Tak disangka, dengan menggunakan berbagai macam dalih dan alasan, pasangan suami istri tersebut menipu dan mendapatkan uang dari Liu sebanyak NT$ 600.000, tetapi tidak ada tanda-tanda temannya Liu akan didatangkan ke Taiwan.

Kantor polisi Yuli menjabarkan bahwa meski Liu mendapati kejanggalan, kedua orang tersebut masih saja tamak, sekali lagi dengan alasan bahwa buku tabungan atas nama teman yang akan Taiwan itu harus ada sejumlah uang, mereka menipunya NT$350.000, kedua belah pihak membuat janji untuk bertemu di belakang stasiun kereta api Hualien untuk menyerahkan uangnya, Liu menelepon polisi untuk melapor dan meminta bantuan, satgas khusus kantor polisi Yuli menyamar di lokasi penyerahan uang, menangkap pelaku Mary di lokasi, serta menyita sejumlah barang bukti di antaranya uang pandapatan ilegal sebesar NT$51.500, kalung emas, cincin, telepon genggam, dan kartu ATM. (Berita Sanlih)

*Metode penipuan yang sering digunakan dan cara pencegahannya: dinas bidang hukum pemerintah kota Taipei

I. Penipuan pembelian barang online:

(1)Cara penipuan:
Korban penipuan pernah melakukan transaksi online melalui situs belanja maupun lelang barang, namun mereka akan menerima telepon dari ‘penjual’ atau ‘karyawan situs’ beberapa hari kemudian, dan memberitahukan bahwa “ada kesalahan teknis pada faktur penjualan’ yang mengakibatkan pemotongan saldo tabungan ‘pembeli’ setiap bulannya, untuk menghindari ‘kerugian’ pembeli, maka pembeli harus “mengoperasikan mesin ATM” sekali lagi, agar pengaturan ATM bisa kembali seperti semula. “Pembeli” percaya dengan omongan tersebut, karena takut mengalami kerugian namun tidak tahu bagaimana cara mengoperasikan mesin ATM, maka sembari mendengarkan petunjuk dari pelaku, pembeli menekan tombol mesin ATM, dimulai dari pengoperasian “bahasa Inggris”, memasukkan semua kode nomor, kode nomor itu sebenarnya adalah “nilai uang yang akan ditransfer” dan “nomor rekening pelaku”, setelah transaksi berhasil, uang dalam tabungan telah ditransfer, pembeli baru sadar bila dirinya telah tertipu.

(2)Metode pencegahan:
1. Pupuklah kebiasaan untuk membuktikan kebenaran, jangan mudah percaya dengan petunjuk dari orang yang tak dikenal.
2. Mesin ATM tidak memiliki fungsi pembatalan transaksi debit langsung, jangan mengoperasikan mesin ATM berdasarkan petunjuk di telepon.
3. Jangan mempercayai tampilan telepon, putuskan sambungan telepon, hubungi kantor layanan bank untuk memeriksa kebenarannya, atau dengan menelepon ke 165, jangan langsung mempercayai omongan mereka.
4. Nomor telepon dengan awalan 0200, 0800, 0900, 0204 adalah nomor telepon fiktif, hanya bisa digunakan satu arah saja, tidak bisa digunakan untuk menelepon keluar, oleh karena itu nomor telepon yang sebenarnya tidak akan ditampilkan pada telepon genggam korban.

II. Menyamar sebagai petugas kepolisian atau penegak hukum dan menjalankan aksi penipuan:

(1) Cara penipuan:
Sindikat penipuan menyamar sebagai petugas kepolisian, menghubungi masyarakat melalui telepon, pada saat penyelidikan dilaksanakan, ditemukan bahwa masyarakat ditipu oleh pelaku penipuan, mereka diberitahu oleh penipu bahwa mereka telah membuka rekening dan terlibat dalam kasus pencucian uang, kasus tersebut telah diserahkan ke kejaksaan untuk diselidiki, telepon kemudian dialihkan kepada jaksa gadungan, jaksa gadungan ini memberitahu masyarakat bahwa telah mengirimkan surat perintah hadir di pengadilan, tetapi mereka tidak muncul, kini akan menyelidiki ke mana perginya uang di dalam rekening, masyarakat harus menarik tunai semua uang di dalam rekening mereka dan menyerahkan kepada pengadilan untuk diamankan, atau mentransfer ke rekening fiktif milik pelaku penipuan, pelaku kejahatan malah mengatakan bahwa rekening tersebut adalah rekening keamanan nasional, serta memberitahu masyarakat bahwa uang akan dikembalikan saat kasus telah menjadi jelas, setelah itu penipu berhasil menipu dan mendapatkan uangnya.

(2) Metode pencegahan:
1. Pengadilan atau polisi tidak akan meminta sejumlah uang tunai kepada seseorang saat menangani kasus, bahkan tidak akan meminta untuk mentransfer uang.
2. Pengadilan atau polisi tidak akan melakukan pengawasan terhadap tabungan perorangan.
3. Pengadilan tidak akan mengirimkan surat panggilan dengan menggunakan fax kepada yang bersangkutan, surat pasti akan dikirimkan melalui surat tercatat.

III. Penipuan transaksi online kencan berkompensasi:

(1) Cara penipuan:
Sindikat penipuan memanfaatkan “kencan berkompensasi’ serta menggabungkannya dengan perasan “memalukan bila orang lain tahu”, teknik tersebut kini berkembang menjadi “ancaman”, beberapa cara yang digunakan untuk mengancam masyarakat antara lain memberikan alasan-alasan seperti “diselesaikan dengan mencari mafia”, “komputer rusak”, menipu masyarakat untuk mengoperasikan mesin ATM, kemudian tiada hentinya mengganggu melalui panggilan telepon, mengancam korban penipuan dengan alasan “kesalahan pengoperasian”, bahkan ada yang mengatasnamakan lembaga jasa keuangan negara untuk melakukan “pengaturan keamanan rekening”, menarik semua uang tabungan korban.

(2) Metode pencegahan:
1. Berhati-hatilah saat menjalin hubungan pertemanan online, jangan memberikan informasi alamat, nomor telepon sekolah, kantor dan rumah, agar terhindar dari ancaman pelaku.
2. Mesin ATM telah menjadi alat penipuan terbaik yang digunakan oleh pelaku, ingat, jangan dengarkan petunjuk dari telepon dan menekan tombol-tombol mesin ATM.
3. Bila mendapati menekan tombol ATM dan uang tabungan tertransfer, harap segera lapor polisi, hanya dengan melapor, ancaman pelaku baru bisa dihentikan.

IV. Penipuan investasi melalui ruang obrolan online

(1) Cara penipuan:
Pertama-tama, target penipuan akan dicari di ruang obrolan online, kemudian memperkenalkan diri sebagai manajer perusahaan konsultasi investasi luar negeri dan mencari kesempatan untuk memulai obrolan dengan sasaran mereka, waktu yang digunakan berkisar antara 1 bulan hingga setengah tahun, tujuan utama mereka adalah untuk membangun ikatan yang lebih erat dan meningkatkan kepercayaan, di antaranya malah berinteraksi melalui surat menyurat sebagai pasangan kekasih atau hubungan yang lebih intim di internet, saat waktunya dianggap cukup matang maka pelaku penipuan akan menebar umpan “sekali investasi akan menghasilkan keuntungan berlipat ganda”, mereka mengklaim dengan investasi sebesar NT$200.000 akan bisa mendapatkan keuntungan sebesar NT$ 3 juta, laman perusahaan investasi luar negeri yang fiktif juga diluncurkan pada saat yang bersamaan, menunggu korban benar-benar percaya, kemudian meminta mereka menyerahkan uang untuk biaya administrasi, jaminan, dana perusahaan, biaya pengelolaan rekening nasabah, hingga pada akhirnya mendapati ketidakseimbangan dengan nilai investasi semula, saat itulah korban baru bersedia bertanya kepada orang lain serta terbangun dari mimpi investasinya.

(2) Metode pencegahan:
1. Akhir-akhir ini teknik penipuan investasi online dikemas semakin rapi, lebih sabar, dimulai dengan pertemanan online, setelah berlangsung dalam kurun waktu tertentu, mereka akan mendapatkan antusiasme dan perhatian dari korban penipuan.
2. Kemudian, topik pembicaraan akan dibawa ke arah “investasi”, “memenangkan lotre”, bahkan memancing korban dengan topik “investasi bersama”, membuat orang tidak lagi was-was, malah terus-menerus mentransfer uang.
3. Menyerukan agar saat melakukan pertemanan online, jangan sampai tersangkut masalah utang uang ataupun investasi, serta bisa mengecek kebenarannya melalui teman-teman-teman online di luar negeri, memperoleh informasi yang benar, agar terhindar dari kasus penipuan dan kehilangan modal.

V. Cara terbaru dari “penipuan atas penculikan fiktif”

(1) Cara penipuan:
1. Pelaku penipuan melancarkan aksi penipuan terhadap orang tua murid yang berada di wilayah yang sama, di sekolah yang sama atau di kelas yang sama, serta memiliki data pribadi siswa yang akurat, selain dapat menekan tingkat kesalahan dalam hal jenis kelamin ataupun usia, juga mengincar area tertentu dengan lebih detil, dengan demikian masyarakat tidak mudah membedakan mana yang benar mana yang palsu, sehingga lebih mudah tertipu.
2. Dibandingkan dengan cara tradisional, pada cara terbaru atas kasus penculikan fiktif ini terdapat beberapa perubahan atas model atau jenis kejahatannya, teknik dan cara pembayarannya tidak begitu banyak berbeda.

(2) Metode pencegahan:
1. Orang tua atau sanak keluarga harus memiliki pilihan lain mengenai cara menghubungi satu dengan yang lainnya, misalnya nomor telepon teman sekelas, sahabat atau wali kelas, yang mana dapat digunakan sebagai kontak darurat.
2. Pelaku kejahatan biasanya akan memanfaatkan kecemasan dan kepanikan yang timbul dalam diri yang bersangkutan, tidak memperbolehkan menutup telepon, serta meminta anggota keluarga untuk keluar rumah dan menarik uang tunai. Bila menemui kasus serupa, harap menutup telepon terlebih dahulu, kemudian menelepon ke “info layanan telepon 104”, “sambungan khusus anti penipuan 165”, atau menelepon ke sekolah untuk mendapatkan kebenaran kasus tersebut.
3. Telepon sambungan khusus anti penipuan 165 akan membantu menghubungi anggota keluarga dari orang yang diduga telah diculik oleh pelaku kejahatan, jangan mentransfer uang ke pelaku kejahatan sebelum mengusut kebenaran kasus tersebut.

VI. Penipuan meminjam uang dari anggota keluarga:

(1) Cara penipuan:
Pelaku penipuan memanfaatkan pembicaraan yang biasa dilakukan antar sesama dan memanipulasi “rasa simpati” seseorang, mencari mangsa dengan menelepon secara acak, bila mendapati penerima telepon menebak-nebak identitas si penelepon, maka pelaku kejahatan akan meneruskan aksinya dan berperan sebagai “adik”, “teman sekolah”, ‘teman”, maupun “konsumen”. Ada kalanya si penerima telepon juga curiga dan bertanya, “mengapa suaramu terdengar aneh?”, maka pelaku kejahatan akan menjawab, “oh, saya sedang flu”. Karakterisitik utama dari jenis telepon ini adalah “butuh uang untuk memutar modal atau kebutuhan darurat”, mendapatkan uang dari si penerima telepon / korban penipuan.

(2) Metode pencegahan:
1. Bila menerima telepon dari seseorang yang tak dikenal, terutama seseorang yang tidak bersedia memberitahukan terlebih dahulu namanya, ingat, jangan asal menebak nama penelepon hanya karena alasan “takut menyakiti perasaan seseorang”, harus meminta orang tersebut memberitahukan nama yang sebenarnya.
2. Bila menerima telepon dari sanak keluarga yang sudah lama tidak bertemu dan mau meminjam uang, alangkah baiknya menjawab: “maaf, sekarang saya tidak bisa berbicara, nanti saya akan menelepon kembali”, kemudian tutuplah telepon yang mencurigakan tersebut.
3. Carilah nomor telepon sanak keluarga tersebut, dengan nomor telepon yang telah Anda catat, teleponlah mereka dan tanyakan apakah benar-benar mau meminjam uang, hal ini untuk memastikan apakah telepon tadi adalah telepon penipuan.

VII. Pemberian subsidi kebutuhan harian yang palsu, menipu para lansia dengan datang langsung ke rumah

(1) Cara penipuan:
1. Pelaku penipuan memperoleh data diri para lansia yang tinggal sendiri dengan cara ilegal, menyamar sebagai petugas dinas sosial atau petugas dari dewan veteran dan menelepon korban, memberikan informasi palsu bahwa kini sedang ada pemberian subsidi kepada orang-orang tua, serta akan mengirimkan petugas ke rumah untuk membantu pengajuan permohonan dalam waktu dekat.
2. Setelah tiba di rumah, pelaku kejahatan akan mengeluarkan formulir permohonan, kemudian memberitahu bahwa dalam mengisi formulir mereka perlu buku tabungan dan stempel, setelah mendapatkan buku tabungan dan stempel, dengan sengaja mengalihkan perhatian para lansia tersebut, kemudian menggunakan kesempatan itu untuk menukarnya dengan buku tabungan dan stempel yang palsu, mereka akan bergegas menuju ke bank, mengambil semua uang, dan membuang buku tabungan itu di loket bank.
3. Para lansia yang menjadi korban akan menerima telepon pemberitahuan dari bank untuk mengambil kembali buku tabungan yang tertinggal di bank, saat itulah mereka baru sadar bila telah tertipu.

(2) Metode pencegahan:
1. Sasaran penipuan dari kasus pemberian subsidi kebutuhan harian kebanyakan adalah para lansia dan tinggal sendirian saja, tujuannya adalah memanfaatkan kondisi para lansia yang jarang bersentuhan langsung dengan informasi terkini dalam masyarakat, selain itu, dengan usianya yang lanjut, penglihatan dan rasa mawas diri juga semakin berkurang, gerakan motorik juga menjadi lebih lamban, mereka lebih mudah tertipu.
2. Sangatlah mudah untuk memalsukan dokumen identitas pegawai negeri, bila ada orang asing yang mengenakan identitas pengenal pegawai negeri, tanyakan terlebih dahulu nama dan tempat dia bekerja, kemudian telepon ke instansi yang dimaksud untuk membuktikan kebenaran informasi yang diberikan dan tujuan kedatangannya ke rumah.
3. Bila ada orang tua yang tinggal seorang diri di rumah, selalu mawas diri terhadap orang yang tak dikenal yang datang ke rumah, jangan mudah memasukkan orang tak dikenal ke dalam rumah, terlebih lagi jangan sembarangan menunjukkan atau menyerahkan buku tabungan dan stempel.

VIII. Ada jebakan pada kolom iklan, kartu ATM tertipu saat melamar pekerjaan dan mencari utang pinjaman

(1) Cara penipuan:
Demi mendapatkan rekening fiktif lembaga keuangan, selain mengiklankan aktivitas pembelian di media massa, pelaku kejahatan penipuan mendapati bahwa jumlah masyarakat yang mencari lowongan pekerjaan, utang pinjaman semakin meningkat, oleh karena itu dengan tipu muslihat ingin memperoleh rekening fiktif, dikemas apik dalam bentuk iklan lowongan pekerjaan, iklan pinjaman uang, menipu masyarakat untuk menyerahkan kartu ATM saat melamar pekerjaan atau mengajukan permohonan pinjaman, pada saat yang bersamaan juga memberitahukan nomor PIN kartu ATM, sampai pada akhirnya menemukan ada transaksi keuangan yang tidak wajar, tidak hanya kehilangan pekerjaan, utang pinjaman juga gagal, kemudian baru menyadari bahwa dirinya telah diperalat sebagai pemilik rekening fiktif.

(2) Metode pencegahan:
1. Ada jebakan dalam iklan lowongan pekerjaan di surat kabar, saat melamar pekerjaan, ingat, jangan pernah menyerahkan buku tabungan, kartu ATM dan dokumen penting lainnya, agar terhindar menjadi korban penipuan rekening palsu, menjadi komplotan penipuan, harus berhadapan dengan hukum, dan mendapatkan sanksi.
2. Bila telah menyerahkan kartu ATM tanpa sengaja, harus segera telepon dan memberitahu bank penerbit kartu ATM untuk menghentikan penggunaan kartu, serta bawalah guntingan iklan atau barang bukti terkait lainnya ke kantor polisi terdekat dan melaporkan kejadian tersebut, menyediakan informasi yang cukup bagi polisi untuk melakukan penyelidikan kasus terkait.

IX. Penipuan oleh penjual di pelelangan online

(1) Cara penipuan:
Ditawarkan dengan harga yang jauh lebih rendah daripada harga pasar, bila tidak mentransfer pembayaran maka akan barang akan dijual kepada orang lain, penjual akan terus menerus menyuruh pembeli mentransfer uang, banyak orang yang terpengaruh dengan bujuk rayu penjual bahwa “barang ini sangat berharga dan nilainya akan terus meningkat”, jangan mentransfer uang dengan tergesa-gesa serta baru sadar kemudian bila telah tertipu.

(2) Metode pencegahan:
1. Penipuan cenderung diawali dengan “harga murah di bawah harga pasar”, warga net jangan sampai mengalami kerugian yang besar hanya gara-gara hal-hal kecil, dan jatuh dalam jebakan pelaku penipuan.
2. Lihat dan analisa ulasan tentang penjual dari transaksi terdahulu, bila awalnya menjual pakaian, tinta printer, produk perawatan, namun bila tiba-tiba mulai menjual kamera, maka tergolong sesuatu yang bermasalah.
3. Data transaksi terdahulu “hanya membeli, tidak menjual”, kemungkinan besar penjual ingin mendapatkan review / ulasan yang bagus melalui transaksi dengan nilai jual yang rendah, agar bisa mengelabui dan menarik kepercayaan pembeli.
4. Bila penjual menolak “transaksi tatap muka dan bayar tunai”, serta memberikan alasan bahwa mereka tinggal di Pingtung, Hualien, Amerika, Jepang, hal ini berarti bahwa mereka berhalangan untuk “transaksi tatap muka dan bayar tunai”, bersikeras pembeli harus membayar terlebih dahulu dan barang akan dikirimkan kemudian.
5. Bila ada barang yang bersifat “pre-order / pesan dulu” saat pelelangan barang, selalu waspada, harap memesan dan membeli barang dari toko yang memiliki reputasi bagus atau dari toko yang terpercaya, agar terhindar dari penipuan.

X. Penipuan investasi terhadap mereka yang sedang mencari pekerjaan

(1) Teknik penipuan:
1. Pelaku kejahatan akan mendirikan perusahaan fiktif, membuka lowongan kerja yang diiklankan di koran, para pencari kerja tertipu untuk melamar ke perusahan fiktif tersebut dan direkrut.
2. Pelaku kejahatan secara sengaja memanfaatkan jam kerja untuk berdiskusi tentang masalah investasi, menggaungkan suara-suara yang baik tentang keuntungan dari investasi futures / berjangka luar negeri, serta mengundang korban untuk ikut berinvestasi.
3. Selanjutnya, korban akan terus melakukan investasi dan uangnya dikeruk sampai habis, kemudian akan dipecat dengan alasan tidak memiliki kapabilitas untuk bekerja dengan baik, korban akan dihubungi tersendiri oleh rekan kerja untuk meminimalkan kecurigaannya.
4. Pelaku kejahatan akan menyatakan bangkrut setelah mendapatkan uangnya, saat itulah korban baru tahu bila dirinya telah tertipu.

(2) Metode pencegahan:
1. Peraturan perdagangan futures dan peraturan terkait lainnya mengatur dengan ketat pendirian, pengoperasian dan orang-orang yang terlibat dalam perdagangan futures / berjangka, kegiatan operasional dan keuangan dalam usaha futures yang resmi akan diawasi oleh lembaga yang berwenang, perdagangan berjangka komoditi harus dilakukan melalui bank-bank dan lembaga keuangan dalam negeri yang telah ditunjuk secara resmi, silakan akses laman dewan pengawas keuangan Executive Yuan untuk informasi terkait.
2. Saat mencari kerja, jangan langsung percaya omongan manis orang-orang, lalu berinvestasi tanpa berpikir panjang, harus benar-benar memahami alur pengoperasiannya, kenali kasus-kasus penipuan, serta buat perbandingan antara kasus tersebut dengan kondisi Anda pribadi, apapun yang berhubungan dengan bursa di internet, keuntungan rekan kerja, perdagangan yang belum diluncurkan di Taiwan adalah jebakan dari penipuan, jangan sampai menyesal hanya karena keinginan sesaat.

Selalu ada saja metode penipuan yang terbaru, saat tidak pasti apakah itu penipuan atau tidak, kami mengingatkan para imigran baru, pekerja migran dan masyarakat umum agar selalu ingat pada prinsip “3 tidak & 3 wajib”: (1) tidak mendengarkan dan langsung percaya pada pemberitahuan melalui telepon, tetap bersika tenang. (2) tidak memberitahukan informasi pribadi, segera selidiki dan buktikan. (3) tidak melakukan pembuktian dan penyelidikan berdasarkan nomor telepon yang diberikan, harus lapor ke polisi untuk segera ditangani. Atau telepon ke sambungan khusus konsultasi anti penipuan 165, jangan sampai merasa kalut!

Informasi terkait pencegahan penipuan:
* Laman anti penipuan 165 Badan Kepolisian Nasional Kementerian Dalam Negeri

* Penyuluhan anti penipuan 165

* Kantor Kepolisian Tindak Pidana Badan Kepolisian Nasional Kementerian Dalam Negeri


* Video penyuluhan tentang anti penipuan:
Penyuluhan anti penipuan “Menembus waktu dengan gada”
Video anti penipuan – penipuan kencan berkompensasi fiktif 、
Animasi penyuluhan APP anti penipuan 165 kantor kepolisian tindak pidana

Apakah informasi ini bermanfaat? Ya    Tidak