:::

Pemerintah kabupaten Yunlin menerbitkan buku cerita bergambar tentang kehidupan imigran baru yang berjudul “Dengarlah! Lagu anak-anak milik kami”

Label
TempatTaiwan
Dibaca : 4
Tanggal : 2019/10/4
Diperbarui : 2019/10/29 下午 05:44:00

Dinas kebudayaan pemerintah kabupaten Yunlin selama lima tahun berturut-turut mengadakan kegiatan baca buku bersama di antara penduduk baru dan keluarganya, tahun ini (2019) menerbitkan sebuah buku dengan tema “Lagu anak-anak dari kampung halaman” yang merupakan hasil karya dari lima orang penduduk baru yang berasal dari Vietnam, Indonesia, dan Filipina, karya perdana dua bahasa buku cerita bergambar imigran baru yang berjudul “Dengarlah! Lagu anak-anak milik kami”.

“Wahhhh! Cerita bergambar karyaku benar-benar terpilih dan dicetak dalam buku cerita ini, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Yunlin yang telah mengadakan kegiatan ini, memberikan kesempatan untuk menggambar lagu anak-anak kampung halaman dan seluruh isi hati saya”, “Sejak kecil saya sangat suka menggambar untuk bercerita, saya sangat senang bisa turut serta dalam kegiatan menggambar buku cerita ini, karena saya bisa membagikan kisah-kisah kampung halaman kepada orang banyak”. Para penduduk baru tersebut sangatlah senang bisa memperoleh pengakuan atas karya-karya mereka yang terpilih untuk diterbitkan dalam sebuah buku. Mereka juga berharap setiap orang bisa berbagi cerita mengenai lagu-lagu anak dan kebudayaan dari kampung masing-masing.

Sejak tahun 2015, pemerintah kabupaten Yunlin menyelenggarakan kegiatan membaca bersama bagi para penduduk baru dan anak-anak mereka, saat bimbingan belajar empat tahun yang lalu, ditemukan bahwa saat membaca buku cerita bergambar tersebut, para peserta menggambar sendiri kisah-kisah yang ingin disampaikan. Agar mereka bisa membagikan cerita-cerita kehidupannya masing-masing dengan lebih nyata, maka pada tahun 2017 diadakan kegiatan menyusun bahan-bahan “kehidupan penduduk baru di Taiwan” yang akan digunakan dalam buku cerita bergambar, sebuah karya berjudul “Saya tinggal di Yunlin, Saya tidak sendiri” pun diterbitkan; tema “Lagu anak-anak dari kampung halaman” diusung pada tahun 2018, menuntun penduduk baru tersebut untuk membuat catatan melalui cerita bergambar mengenai hal-hal yang ingin diceritakan kepada sesama, dan seorang guru membimbing setiap penduduk baru untuk berani tampil di depan panggung membagikan ceritanya.

Di antara lima belas orang yang membuat buku bacaan bergambar, hasil karya dari lima orang penduduk baru pun lolos seleksi, mereka adalah Pan Yu-luan dari Vietnam, Wei Li-jun dari Indonesia, Chen Yan-cen dari Vietnam, Li Yuen-ping dari Vietnam, Liu Cen-lin dari Filipina, karya-karya mereka dibukukan dan diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul “Dengarlah! Lagu anak-anak milik kami”, dan akan diadakan promosi keliling tahun ini ke pedesaan dengan membawa buku cerita tersebut untuk berbagi kisah kehidupan para penulis di Taiwan.

Wakil kepala kabupaten Hsieh Hsu-ya menunjuk bahwa terdapat sebanyak lebih dari lima belas ribu penduduk baru di Yunlin yang berasal dari daratan Tiongkok dan Asia Tenggara, pemerintah kabupaten menyediakan berbagai media pembelajaran dan komunikasi antar sesama, mendukung para penduduk baru memiliki lembaran baru kehidupan melalui hasil karya dan membaca, mengungkapkan kekayaan keberagaman dan keunikan masing-masing kebudayaan.

Hsieh Hsu-ya menekankan, demi memupuk kemampuan dan kebiasaan membaca dari para penduduk baru dan generasi selanjutnya, dinas kebudayaan menyediakan secara khusus area ragam kebudayaan di pusat perlengkapan di lantai tiga, terdapat sebanyak 2.191 buku-buku berbahasa Vietnam, Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, Kamboja dan beberapa bahasa negara lainnya yang telah dibeli dan dapat dibaca oleh pengunjung, kami menyambut kedatangan teman-teman penduduk untuk memanfaatkannya.

Kepala dinas kebudayaan Chen Pi-jun menjelaskan, melalui buku cerita bergambar “Lagu Anak-anak dari Kampung Halaman” hasil karya penduduk baru tersebut, kami bisa mengenal kembali kebudayaan dan latar belakang kehidupan penduduk baru melalui sikap yang lebih ramah, memandangnya dari sudut pandang yang lebih polos layaknya anak-anak, serta bersama-sama secara giat meningkatkan persamaan hak kebudayaan atas keikutsertaan penduduk baru dalam kegiatan kemasyarakatan.

Sumber informasi: Taiwan News

Apakah informasi ini bermanfaat? Ya    Tidak