:::

Amandemen Hukum Ketenagakerjaan, Memperlonggar Kerja Tujuh Hari, Istirahat Satu Hari

Amandemen Hukum Ketenagakerjaan, Memperlonggar Kerja Tujuh Hari, Istirahat Satu Hari
Amandemen Hukum Ketenagakerjaan, Memperlonggar Kerja Tujuh Hari, Istirahat Satu Hari
Dibaca : 147
Tanggal : 2018/5/15
Diperbarui : 2018/5/15 上午 10:15:00

Amandemen <> pada tanggal 10 Januari 2018 telah melalui pembacaan ketiga kali, dan akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Maret, selain memperlonggar Kerja Tujuh Hari, Istirahat Satu Hari, menambahkan lagi pengendalian total jumlah jam lembur kerja, waktu istirahat pergantian shift kerja, pengunduran libur khusus. Mengenai hak dan kepentingan yang berkaitan dengan pekerja, berapa banyak yang Anda ketahui?

Amandemen kali ini menyimpulkan beberapa poin penting berikut ini:
1.Perhitungan verifikasi gaji lembur kerja pada hari istirahat

Pekerja bekerja lembur pada hari istirahat, maka gaji lembur kerja dihitung berdasarkan waktu bekerja sebenarnya, dan rasio gaji lembur kerja pada hari istirahat tidak berubah, tetap dihitung dengan peraturan lembur kerja di dalam waktu 2 jam ditambahkan 1⅓, jam ketiga hingga kedelapan, ditambahkan lagi 1⅔, jam kesembilan hingga keduabelas, ditambahkan lagi 2⅔. Selain itu, jam kerja bertugas di hari istirahat tetap dihitung dalam jam lembur kerja setiap bulan 46 jam.

2.Jumlah jam lembur kerja dikendalikan

Prinsip batas maksimal jam lembur kerja setiap bulan 46 jam tidak berubah, bila majikan setelah melalui persetujuan Asosiasi Tenaga Kerja atau Konferensi Perburuhan, jam lembur kerja boleh dikendalikan dengan 3 bulan sebagai satu siklus, dalam satu bulan, jam kerja yang boleh diperpanjang tidak boleh melebihi 54 jam, setiap 3 bulan, total jam kerja tidak boleh melebihi 138 jam. Perusahaan dengan jumlah pekerja lebih dari 30 orang, menerapkan pengendalian total jumlah jam lembur kerja, harus dilaporkan kepada otoritas berwenang di lokal untuk referensi di masa depan.

3.Jumlah jam lembur kerja berdasarkan kesediaan pekerja memilih untuk diganti menjadi waktu istirahat

Pekerja setelah lembur kerja di hari biasa atau hari istirahat, pekerja memilih diganti menjadi waktu istirahat dan setelah melalui persetujuan majikan, boleh mengubah jumlah jam lembur kerja menjadi jumlah jam waktu istirahat, dan waktu istirahat lembur kerja berdasarkan urutan kejadian lembur kerja sebenarnya pada pekerja untuk menggantikan waktu istirahat. Batas waktu istirahat disepakati sendiri antara kedua pihak majikan dan pekerja, pekerja bila belum menghabiskan waktu istirahatnya, majikan tetap harus berdasarkan standar perhitungan perpanjangan waktu kerja atau gaji bekerja pada hari istirahat memberikan gaji lembur kerja.

4.Waktu istirahat pergantian shift kerja

Prinsip pergantian shift kerja harus berselang 11 jam waktu istirahat tidak berubah, karena karakteristik pekerjaan atau alasan khusus, setelah melalui otoritas usaha tujuan pusat berkonsultasi agar Departemen Tenaga Kerja mengumumkan, baru bisa mengubah waktu istirahat menjadi di bawah 11 jam, namun tetap tidak boleh kurang dari 8 jam waktu istirahat. Setelah diumumkan bagi yang berlaku dalam cakupan, tetap harus melalui persetujuan Asosiasi Tenaga Kerja atau Konferensi Perburuhan, baru boleh mengubah jarak waktu istirahat, cakupan pengecualian ketentuan yang diumumkan Departemen Tenaga Kerja termasuk anggota kru Taiwan Railway, staf pergantian shift Taipower, CPC Corporation, dan Taisugar.

5.Prinsip bekerja tujuh hari, istirahat satu hari tidak berubah, menyesuaikan secara moderat libur resmi

Pengaturan libur resmi berpedoman pada bekerja tujuh hari, istirahat satu hari, setelah melalui persetujuan otoritas usaha tujuan pusat (misalnya: usaha pemandu wisata harus melalui persetujuan Departemen Perhubungan), dan usaha yang telah ditunjuk oleh Departemen Tenaga Kerja (termasuk usaha dengan waktu khusus, tempat khusus, sifat khusus, kondisi khusus), libur resmi boleh disesuaikan dengan fleksibel dalam periode waktu 7 hari, namun hak dan kepentingan istirahat dua hari di dalam satu minggu tetap tidak berubah. Perusahaan masing-masing bila ingin menyesuaikan, tetap harus melalui persetujuan Asosiasi Tenaga Kerja atau Konferensi Perburuhan, perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 30 orang pekerja, harus melaporkan kepada otoritas berwenang di lokal untuk referensi di masa depan.

6.Libur khusus diundurkan, pekerja boleh memanfaatkan masa liburan secara fleksibel

Libur khusus yang belum dihabiskan pada tahun itu boleh diundurkan hingga tahun berikutnya untuk digunakan, setelah libur khusus diundurkan, sewaktu pekerja mengajukan permohonan libur, terlebih dahulu dipotong dari jumlah hari libur khusus yang diundurkan, pekerja boleh memanfaatkan masa liburan secara fleksibel, menurut kesediaan sendiri mengatur liburan berlanjutan yang lebih panjang. Pada akhir tahun berikut atau sewaktu kontrak berakhir terdapat jumlah hari yang belum dihabiskan, majikan harus berdasarkan standar gaji “tahun libur semula” memberikan gaji.

Isi amandemen kali ini bisa disimpulkan menjadi 2 poin penting: yang pertama adalah “empat tidak berubah”, mempertahankan hak dan kepentingan pekerja, yang kedua adalah “empat fleksibilitas” memberikan fleksibilitas yang sesuai kepada kedua pihak pekerja dan majikan. “Empat tidak berubah” maksudnya “jumlah waktu kerja normal tidak berubah”, “istirahat dua hari setiap minggu tidak berubah”, “jumlah total lembur kerja tidak berubah”, “rasio perhitungan gaji lembur kerja tidak berubah”. Mempertimbangkan kebutuhan nyata pekerja di tempat, menambahkan “empat fleksibilitas”, yaitu “lembur kerja yang fleksibel”, “pengaturan shift yang fleksibel”, “selang waktu pergantian shift yang fleksibel”, “pemanfaatan libur khusus yang fleksibel”, menjamin hak dan kepentingan pekerja serta memberikan pengusaha fleksibilitas dalam pengelolaan. Mengenai hak dan kepentingan kerja pekerja, pelatihan kerja dan jalur mencari pekerjaan dan berwirausaha bisa mengecek ke Situs tersebut [Topik pekerjaan] Jalur baik mencari pekerjaan dan berwirausaha yang Anda harus tahu.

Sumber referensi:
Departemen Tenaga Kerja – Area Khusus Amandemen Hukum Standar Ketenagakerjaan
https://www.mol.gov.tw/topic/34395/

Biro Tenaga Kerja Kota Kaoshiung - Area Khusus Amandemen Hukum Standar Ketenagakerjaan http://labor.kcg.gov.tw/LaborRights/modifylaw.htm

Apakah informasi ini bermanfaat? Ya    Tidak